HARGA BAHAN BANGUNAN 2014
Harga Upah Tukang/Pekerja Bangunan
Harga Borongan Pekerjaan Bangunan
Harga Pasir dan Batu
Harga Semen
Harga Besi
Harga Wiremesh
Harga Paku
Harga Kayu
Harga Keramik
Harga Granit
Harga Cat Dinding
Harga Cat Besi & Kayu
Harga Penutup Atap
Harga Asbes
Harga Seng
Harga Atap Baja Ringan
Harga Genteng Metal
Harga Gypsum & GRC
Harga Triplek
Harga Hebel
Harga Asbes
Harga Beton Readymix
Harga Pipa PVC
Harga Lampu
Harga Lampu LED
Harga Parket Kayu
Harga Parket Bambu
Harga Paving Block / Conblock
Harga Waterproofing
Harga Polikarbonat
Harga Papan Fiber Semen
Harga Alat Listrik
Harga Kabel Listrik
Harga Peralatan Kerja
Harga Kaca
Harga Kaca Tempered
Harga Kunci Gembok
Harga Wastafel
Harga Closet Jongkok
Harga Closet Duduk
TEKNOLOGI BAHAN BANGUNAN
Glass Block Warna
Mengenal Steel Floor Deck
Wiremesh Untuk Penguat Bangunan
Sealant untuk Penambal, Perekat dan Pengisi
Mengenal Ukuran Pipa PVC dan Kegunaannya
Mengenal Papan Gypsum
Mengenal Jenis-Jenis Lampu
Mengenal Jenis Kabel Listrik
Papan Fiber Semen Alternatif Pengganti Gypsum
Keunggulan Material Gypsum
TEKNIK BANGUNAN
Cara Pasang Glass Block
Cara Memasang Angkur
Cara Menyambung Pipa Paralon/PVC
Cara Membuat Kran Air Otomatis
Cara Menguji Bata Merah Berkualitas
Menghitung Kebutuhan Cat Dinding/Tembok
Cara Merawat Water Heater
Cara Memasang Water Heater
Cara Menghitung Kebutuhan Paving/Conblock
Cara Pasang Conblock dan Constone
TIPS BANGUNAN
Tips Renovasi Lancar
Tips Memilih Batako
Tips Memilih Angkur
Tips Membeli Rumah Menurut Fengshui
Tips Memasang Wallpaper
Tips Memilih Lantai Granit
Tips Memilih Lampu Hias
Tips Memilih Kunci / Pegangan Pintu
Tips Memilih Papan Gypsum
Tips Memilih Polikarbonat
Tips Memilih Kayu
Tips Memilih Keramik Lantai
Tips Memilih Water Heater
Tips Membeli Wiremesh
Tips Memilih Cat Rumah/Tembok
Tips Memilih Pasir Untuk Bangunan
GAMBAR RUMAH MINIMALIS
Type Kecil 1 Lt (> 150 m2)
Type Kecil 2 Lt (> 150 m2)
Type Sedang 2 Lt (150 - 300 m2)

Cara Merawat Water Heater (Pemanas Air)

Cara Merawat Water Heater (Pemanas Air) :


Karena sering digunakan, pemanas air kadang mengalami kerusakan, baik akibat karat maupun alirannya yang tersumbat karena kotoran dan debu. Berikut 7 tip atau cara agar pemanas air (water heater) lebih awet dan bebas dari masalah.
  1. Jangan lupa untuk memasang anti-kontak di bagian luar pemanas air listrik agar listrik tidak merambat sempurna dan tidak menyetrum.
  2. Pastikan pemanas air dialiri oleh air yang bersih, tidak mengandung kapur, pasir, dan debu agar pemanas air dapat mengalir dengan lancar. Bila perlu, tambahkan filter di tempat masuknya air.
  3. Bersihkan pemanas air minimal satu tahun sekali. Dibagian luar, matikan mesin pemanas air kemudian lap perlahan. Untuk bagian dalam, panggillah teknisi untuk membersihkannya.
  4. Bersihkan tangki penampungan air tiga sampai enam bulan sekali dengan mengeluarkan air yang tertampung di dalamnya. Setelah itu, bersihkan elemen-elemen di dalamnya sebelum mengisinya kembali.
  5. Ganti magnesium anode yang terdapat dalam tangki penampungan air tiap 2 tahun agar tidak terjadi korosi.
  6. Naikkan tuas safety valve secara berkala agar tidak terjadi penyumbatan air. Safety valve adalah alat pengaman tekanan berlebih pada tangki sehingga menjaga suhu tangki tetap stabil.
  7. Jangan lupa mengelap dinding di sekitar aliran pemanas air setelah digunakan agar tidak berkerak maupun timbul noda kecoklatan.


Posting yang Berhubungan :


(sumber : tabolid rumah)